Kesalahan Fatal Mengelola Keuangan

images
Ternyata masih ada saja kesalahan, baik yang disengaja ataupun tidak, yang sering kita semua lakukan ketika berurusan dengan uang. Terkesan sepele namun fatal. Seperti:

  • Lebih besar pasak daripada tiang. Alias pengeluaran lebih besar daripada pemasukan. Gaya hidup seperti ini biasanya terjadi lebih karena adanya dorongan gengsi, ingin diakui, atau agar kelihatan eksis. Dan yang mengalami kasus ini, kemungkinan sering bolos di saat pelajaran matematika. Solusinya: Beranilah menjadi diri sendiri. Buat rencana anggaran di awal tahun. “Dengan membuat rencana anggaran maka sebenarnya Anda sedang menentukan gaya hidup yang akan dijalani,” kata Eka, Kemudian disiplinlah menjalani hidup dengan anggaran yang sudah Anda buat. Tidak ada gunanya mengejar gengsi yang akan memberikan masalah besar dikemudian hari.
  • Tidak memiliki tabungan. Tabungan tidak selalu harus berupa uang, tapi bisa berupa properti, emas, reksadana, atau apapun. Pastinya dana simpanan atau tabungan harus selalu ada sebagai dana cadangan untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Masih banyak orang yang tidak memiliki goal yang jelas dalam hidupnya, atau kalaupun punya cita-cita tapi tidak pernah dihitung secara seksama berapa harga yang harus dibayarnya, yang pada akhirnya tidak pernah termotivasi untuk menabung. Solusinya: Segera miliki tujuan ataupun cita-cita keuangan dan hitung berapa yang harus disisihkan untuk mencapainya.
  • Tinggal di tempat yang tak terjangkau. Istilah yang paling tepat untuk situasi ini mungkin: “Seperti pungguk merindukan rembulan”.  Sah-sah saja jika Anda bermimpi tinggal di sebuah rumah mewah. Tapi, ya, lihat isi kantong dulu dong! Ingat, para perencana keuangan selalu menyarankan agar cicilan rumah tak lebih dari 30 persen dari penghasilan sebagai batas toleransi utang maksimal. Solusinya: Tidak perlu rumah besar berharga mahal jika memang belum mampu. Rumah atau apartment berukuran kecil tidak masalah selama ada ruang-ruang terbuka yang bisa dinikmati bersama secara gratis. Dan jika memungkinkan, belilah tempat tinggal yang dekat tempat kerja, sehingga Anda akan memiliki waktu lebih untuk keluarga sekaligus menghemat biaya transportasi sehingga lebih cepat menambah aset investasi.
  • Tidak menyiapkan tabungan untuk hari tua. Tabungan disimpan tidak hanya untuk mewujudkan tujuan keuangan atau cita-cita Anda, tetapi juga juga untuk menghadapi masa tua nanti. Tabungan inilah yang akan membantu Anda menopang kebutuhan sehari-hari saat Anda tidak bekerja lagi. Solusinya: Upayakan harus ada investasi tambahan sekitar 10% dari gaji untuk hari tua. Tentu saja lebih besar akan lebih baik.
  • Tidak berinvestasi. Okay, menabung memang sangat diwajibkan. Tetapi, hanya mengandalkan tabungan saja jelas tidak cukup. Anda juga harus berinvestasi. Mengapa? Karena imbal balik tabungan tak cukup melawan keganasan laju inflasi. Lawan yang tangguh untuk inflasi tentu saja investasi. Solusinya: Jumlah tabungan maksimum hanyalah sebesar 3 bulan kebutuhan hidup, selebihnya harus ditempatkan kepada investasi yang punya potensi imbal hasil netto di atas inflasi. Tabungan ini sekaligus sebagai persediaan dana darurat saja, contoh untuk membantu orangtua yang sakit, memperbaiki mobil yang rusak, dan lain-lain.
  • Terlalu serakah. Ingat aturan ini: Investasi, yes! Serakah, no! Berinvetasi memang memberikan imbal hasil yang menggiurkan tapi, ada risiko yang harus Anda tanggung. Risiko dan hasil pastinya selalu berbanding lurus. Semakin besar hasil yang didapatkan, semakin besar pula risiko (kehilangan uang) yang mungkin terjadi. Risiko memang bisa “dijinakkan” dengan ketersediaan waktu, misalnya investasi dengan tingkat risiko tinggi bisa menghasilkan imbal hasil tinggi pula asalkan diberikan waktu yang cukup bagi investasi melakukan recovery jika sedang mengalami penurunan. Tapi ingat lagi: Investasi dengan tingkat risiko tinggi hanya cocok untuk jangka waktu di atas 5 tahun. Solusinya: Tentukan cita-cita kapan harus diraih. Dari situ menjadi jelas rentang waktu tersedia apakah jangka pendek, menengah, atau panjang.

by menshealth.co.id

http://www.menshealth.co.id/kesehatan/antar.kita/kesalahan.fatal.mengelola.keuangan/004/004/292

04 Mei 2015  23.17 PM

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s