Cincin Perkawinan Obama dari Indonesia

1007093psdssJumat, 30 Oktober 2009 | 10:04 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Setidaknya ada salah satu pertanda bahwa Presiden AS Barack Obama tidak melupakan Indonesia, tempat ia tinggal semasa kecil. Cincin perkawinan Obama dipesan khusus dari Indonesia.

Informasi ini terungkap dalam artikel menarik di majalah New York Times berjudul “First Marriage”. Salah satu temanya adalah mengungkap tentang pernak-pernik kehidupan perkawinan Obama. Salah satunya, saat Obama menunjukkan cincin pernikahannya beberapa saat sebelum Pendeta Jeremiah A Wright Jr menikahkannya dengan Michelle pada 3 Oktober 1992 di Gereja Kristus Trinity United.

Terlihat dari foto-foto yang dipublikasikan media, cincin itu jelas begitu menarik. Cincin itu dirancang bukan dengan desain polos, melainkan bertumpuk-tumpuk dengan berbagai macam desain.

 

Iklan

Anak Berbakat yang Sulit Belajar, Ini Stimulasinya! (III)

1131554pJumat, 30 Oktober 2009 | 11:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Anak atau siswa yang keberbakatannya tertutupi oleh kesulitan belajarnya ternyata banyak dipengaruhi oleh lingkungan teman sebaya, pola asuh dalam keluarga, kondisi sosial ekonomi, serta harapan orang tua akan masa depan si anak.

Tak mudah memang, tetapi ada solusi yang sepatutnya bisa dilakukan. Beberapa solusi setelah orang tua dan pendidik memahami adanya perbedaan antara keberbakatan dan ketidakmampuan anak/siswa didiknya, serta mengenali ciri-ciri potensi misdiagnoses tersebut. Yaitu, langkah-langkah sederhana sebagai stimulasi menghadapi anak-anak dengan kemampuan otak berbakat (gifted brain) namun sekaligus juga menunjukkan ketidakmampuannya (disability).

“Sesuatu yang ada di dalam diri seseorang anak, itulah yang perlu dikeluarkan, yang semestinya diekspresikan,” kata Socrates. Namun kiranya, ucapan filsuf Yunani tersebut perlu dijadikan pegangan sebelum memulai langkah-langkah yang perlu diambil di sini. Lima langkah yang justeru akan berpulang pada kondisi si anak itu sendiri.

Memang, stimulasi yang diperlukan adalah langkah-langkah yang cenderung tidak bersifat memaksakan kehendak. Seperti pernah disebutkan oleh psikolog Dr Rose Mini A.P, M.Psi dalam makalahnya tentang “Keberhasilan Pendidikan dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya”, beberapa stimulasi tersebut antara lain:

– Jangan pernah membandingkan antara satu anak dengan yang lainnya. Camkan, bahwa setiap anak berbeda, baik dari segi kecepatan belajar, gaya belajar, dan pencapaian hasil atau lain-lain yang berhubungan dengan proses anak menyerap ilmu atau pelajaran yang diberikan.

– Rangsang, –bukan “ajarkan”, anak untuk mengembangkan berbagai aspek kemampuan, terutama kreativitasnya. Persepsikan, bahwa sekecil apapun kreatifitasnya adalah hal yang sangat positif, baik buat dirinya maupun lingkungan di sekitarnya.

– Tularkan tentang pemahaman-pemahaman moral dan indahnya bersosialisasi di luar lingkup sehari-hari si anak. Ingat, Anda hanya “menularkan”, bukan mengajarinya bersosialisasi, saling menghargai, atau menghormati sesama individu. Alhasil, aksi nyata berupa contoh-contoh sikap dan perilaku sangat diperlukan, dan itu semua harus dimulai dari diri Anda sebagai orang tua atau pendidik.

– Fokuskan pada proses dan penugasan ketimbang perolehan hasil. Perlu diingat, bahwa hasil yang optimal akan dapat dicapai oleh si anak saat mereka menguasai kemampuan yang memang dibutuhkannya

– Kenali berbagai kebutuhan mereka tersebut lewat aktivitas, hobi, atau kegemarannya. Dari sinilah orang tua atau pendidik mudah mengenali potensi yang dimiliki guna melihat perkembangan yang lebih optimal.

Awan, UFO Bercahaya, atau Supranatural?

Rabu, 14 Oktober 2009 | 09:08 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com — Misteri lingkaran awan bercahaya menaungi langit Kota Moskwa, Rusia, beberapa hari lalu. Berbagai spekulasi pun mencuat, mulai dari teori meteorologi, lingkaran UFO, hingga isu seputar kekuatan supranatural.

Namun, seorang juru bicara Badan Meteorologi Moskwa membantah jika fenomena alam itu terkait supranatural. “Gulungan (awan) melintasi Moskwa baru-baru ini, ada intrusi pada udara di Kutub Utara dan matahari bersinar dari barat. Inilah yang menyebabkan efek itu terjadi. Ini murni efek optik, meskipun terlihat impresif,” kata juru bicara yang tidak diungkapkan identitasnya itu.

Namun, tetap saja fenomena itu menyita perhatian dunia. Ribuan pengguna internet berlomba mengakses fenomena itu di YouTube:www.youtube.com/watch0909384p

Kelaparan Makin Memburuk

3155336pKamis, 15 Oktober 2009 | 08:39 WIB

ROMA, KOMPAS.com — Program Pangan Dunia PBB (WFP) mengatakan, target menurunkan jumlah penduduk kelaparan di dunia tidak akan tercapai tanpa upaya internasional yang lebih besar. Laporan tahunan PBB mengenai ketahanan pangan dunia, Kamis (15/10), menyebutkan, lebih dari 1 miliar orang, atau seperenam penduduk dunia, kekurangan pangan.

Lebih lanjut, WFP mengatakan, peningkatan jumlah orang yang kekurangan pangan melamban sampai terjadi krisis ekonomi yang kemudian menaikkan harga pangan dan mengurangi pendapatan.

Wartawan BBC di Roma, David Willey, mengatakan, laporan setebal 60 halaman mengenai keadaan pangan yang diterbitkan oleh FAO dan WFP ini sangat kelam.

Kelaparan di Asia

Laporan badan dunia, FAO dan WFP, itu menyebutkan, Asia dan Pasifik memiliki jumlah penduduk lapar terbesar, 642 juta jiwa, disusul kawasan sub-Sahara Afrika sebanyak 265 juta.

Laporan itu menyebutkan bahwa bahkan sebelum krisis ekonomi yang kini terjadi, jumlah orang yang kelaparan di dunia bertambah secara perlahan. Namun, krisis ekonomi sekarang membuat kaum miskin semakin sulit menyediakan pangan.

Laporan itu menyebut tiga penyebab. Pertama, krisis ini terjadi di sejumlah besar wilayah dunia secara bersamaan sehingga cara tradisional untuk mengatasi masalah itu, seperti devaluasi mata uang atau kiriman uang dari pekerja di luar negeri, tidak bisa lagi membantu.

Penyebab kedua, keluarga miskin semakin kesulitan karena harga pangan yang tinggi ditambah berkurangnya pendapatan dan sulitnya lapangan kerja.

Ketiga, negara-negara berkembang semakin terintegrasi dengan perekonomian dunia sehingga semakin rentan terhadap perubahan mendadak di pasar internasional.

Direktur Eksekutif WFP Josette Shiran mengatakan, pada saat jumlah orang kelaparan di dunia berada di tingkat tertinggi, jumlah bantuan pangan malah mencapai titik terendah dalam sejarah. Dia menegaskan, komitmen internasional diperlukan untuk mengatasi masalah ini.

Laporan ini diterbitkan menjelang Hari Pangan Dunia, Jumat.

Maria Ozawa(miyabi) bintang porno

1011212pJumat, 9 Oktober 2009 | 11:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bagi sebagian kalangan, kata “Miyabi” begitu akrab di telinga. Mereka yang paham biasanya langsung tersenyum begitu mendengar “Miyabi”. Yang tidak mengerti cuma bingung melihat temannya tersenyum. Belakangan, kata “Miyabi” jadi begitu populer dan tak lagi dipahami secara eksklusif oleh sebagian orang menyusul kabar akan datangnya aktris Jepang Maria Ozawa (23).

Miyabi adalah nama alias Maria Ozawa. Di Jepang, ia dikenal sebagai bintang film porno. Sebuah film berjudul Menculik Miyabi akan diproduksi di Indonesia. Ini tentu bukan film porno. Tapi, Miyabi akan ikut menjadi pemain di film yang digarap oleh rumah produksi Maxima Pictures itu.

Diam-diam demam Miyabi merebak. Banyak orang tergelitik ingin tahu seperti apakah film orang dewasa yang dibintanginya. Ternyata tidak sulit mencari “Miyabi”, bahkan untuk seorang “pemula” sekali pun. Kata “Miyabi” telah menjadi ikon di kawasan Glodok, Jakarta Barat, yang dikenal sebagai pusat perdagangan film bajakan. Film-film Miyabi dan film dewasa lainnya digelar secara terbuka di sana.

Memasuki halaman gedung Glodok, mata Anda langsung tertumbuk pada deretan DVD Miyabi bersampul foto dirinya yang manis. Terlebih begitu Anda memasuki koridor pusat perbelanjaan elektronik terbesar di Jakarta ini. Film-film Miyabi pun semakin mudah Anda temui. Puluhan DVD Miyabi sengaja dijejerkan di rak seukuran 5 meter x 1 meter, sementara mata pemilik lapak berkeliaran mencari calon pembeli potensial.

“Miyabi?” ujar seorang penjual tanpa ditanya begitu Kompas.com memasuki koridor gedung Glodok. Tidak hanya menawari, penjual tersebut langsung menghampiri Kompas.com.

Begitu Kompas.com menganggukkan kepala, penjual itu pun langsung antusias membimbing ke lapaknya yang terletak persis di depan pintu masuk gedung tersebut. “Ini semua baru-baru. Saya sengaja tinggalin ini buat bos. Pokoknya bagus-bagus,” bujuk pemilik lapak dengan gaya sok akrab sambil mengeluarkan sejumlah keping DVD bersampulkan foto Miyabi.

Ya, puluhan penjual DVD memang sangat gencar menawarkan beragam film dewasa yang dibintangi Miyabi ke setiap pengunjung yang datang di Glodok. Tidak hanya duduk manis sembari menjajakan barang dagangannya, kini mereka menerapkan metode “jemput bola”.

Hal yang sama terjadi ketika Kompas.com tiba di lantai 3 gedung tersebut. “Mau Miyabi?” ujar seorang penjual.

Kali ini, tanpa menunggu anggukan kepala, Kompas.com langsung dituntun menuju lapak yang berjarak sekitar lima meter dari eskalator. “Ini baru-baru. Hardcore, enggak ada yang disensor,” ujarnya berpromosi sambil memperlihatkan sejumlah keping DVD bersampulkan Miyabi.

Melihat respons Kompas.com yang pura-pura tidak tertarik, penjual tersebut tidak kehilangan akal. Dia pun langsung kembali berpromosi. “Tenang, nanti jika sudah bosan, bisa tukar tambah setengah harga,” ujarnya.

Di lantai tiga, terdapat setidaknya lima lapak yang menjajakan DVD Miyabi secara terbuka. Metode “jemput bola” ini membuat beberapa calon pembeli pemula sungkan, namun sebagian lainnya antusias.

Seorang pemuda, sebut saja Ryan, mengaku sengaja datang dari rumahnya di kawasan Mangga Besar guna membeli beberapa keping DVD Miyabi yang terbaru. Saat ditemui, Ryan tengah asyik memilah tumpukan DVD porno di sebuah lapak. “Saya diberi tahu ada seri baru,” ujar pria yang mengaku mengenal Miyabi sejak duduk di bangku kuliah.

Pantauan Kompas.com pada Kamis (8/10) sore, sejumlah lapak DVD porno cukup ramai dipadati pembeli. Mereka datang silih berganti. Ada yang membeli satu, lima, ataupun sekadar melihat-lihat.

Pemandangan ini cukup kontras dibandingkan toko-toko yang menjual DVD peranti lunak bajakan, keping CD kosong, hingga aksesori game, seperti joystick dan lainnya. Deretan kios ini tergolong sepi pengunjung.

Tidak semua film bersampul gambar Miyabi yang disodorkan pedagang berisi film yang dibintangi artis cantik itu. “Gambarnya sih Miyabi, tapi isinya bukan,” ujar seorang teman yang pernah tertipu di Glodok.

Korban Tewas Gempa Sumbar Menjadi 809 Orang

3517267pMinggu, 11 Oktober 2009 | 17:19 WIB

PADANG, KOMPAS.com – Jumlah korban tewas yang telah ditemukan akibat gempa 7,9 SR di Sumatra Barat (Sumbar) terus bertambah dan hingga Minggu (11/10) sore pukul 16:35 WIB telah mencapai 809 orang.

Demikian informasi yang dihimpun berdasar catatan Satkorlak Penanggulangan Bencana Sumbar di Padang, Minggu sore. Korban tewas terbanyak yang telah terdata ditemukan Kabupaten Padang Pariaman 359 orang dan Kota Padang 316 orang,

Berikut rincian korban dan kerusakan yang telah terdata:

1. Korban tewas : 809 orang

2. Korban luka berat : 891 orang

3. Korban luka ringan : 1.366 orang

4. Warga hilang : 241 orang

5. Mengungsi : 410 orang

6. Rumah rusak berat : 135.333 unit

7. Rumah rusak sedang : 62.882 unit

8. Rumah rusak ringan : 63997 unit

Korban tewas yang telah terdata dengan rincian ;

1. Kota Padang : 316 korban tewas

2. Kabupaten Padang Pariaman : 359 korban tewas

3. Kota Pariaman : 37 korban tewas

4. Kabupaten Pesisir Selatan : 11 korban tewas

5. Kota Solok : 3 korban tewas

6. Kabupaten Agam : 80 korban tewas

7. Kabupaten Pasaman Barat : 3 korban tewas.