LA Bayar Mahal Michael Jackson

0108084pJumat, 10 Juli 2009 | 06:15 WIB LOS ANGELES, KOMPAS.com — Pemerintah Kota Los Angeles harus menanggung pengeluaran sekitar 1,4 juta dollar AS untuk menyediakan fasilitas pengamanan, pengaturan lalu lintas, dan fasilitas lain untuk kepentingan prosesi penghormatan terakhir mendiang Michael Jackson (50). Karena tidak mempunyai alokasi anggaran sebesar itu, saat ini Pemkot LA berusaha mencari cara agar ada pihak ketiga yang akan membantu menanggung pengeluaran itu, Kamis (9/7). Dari 1,4 juta dollar AS itu, sekitar 1,1 juta dollar AS dialokasikan untuk uang lembur 4.173 aparat kepolisian yang bekerja pada hari Rabu lalu khusus untuk mengamankan Staples Center (tempat upacara penghormatan terakhir), lokasi pemakaman Forest Lawn, dan lokasi lain yang ramai didatangi penggemar Jackson dan para pekerja media. Untuk mengantisipasi suasana ricuh, Kepolisian LA mengerahkan 3.240 aparat sejak Senin malam dengan asumsi ada sekitar 250.000 penggemar di jalanan LA. Namun, sebanyak 1.000 polisi kemudian ditarik pulang karena penggemar yang datang hanya sekitar 1.000 orang. Dalam pernyataan tertulis Kepolisian LA disebutkan, selain anggaran untuk uang lembur polisi, ada pengeluaran untuk pengaturan lalu lintas dan pengeluaran lain yang terkait dengan penghormatan terakhir Jackson di Staples Center yang dihadiri lebih dari 17.000 orang itu. Juru bicara Wali Kota Los Angeles, Antonio Villaraigosa, Matt Szabo, mengaku pengeluaran itu masih jauh di bawah rencana anggaran semula. Sebelumnya, Pemkot LA memperkirakan prosesi itu akan menghabiskan 4 juta dollar AS. Untuk mencari bantuan, Szabo menyatakan, kini pihaknya dalam proses penyelidikan kemungkinan LA bisa memaksa secara hukum pihak-pihak ketiga untuk ikut membantu menanggung sebagian pengeluaran itu. Kejelasan mengenai hal itu akan terungkap Jumat mendatang. Kota LA juga sudah membuat situs di internet yang mendorong penggemar Jackson untuk membantu dengan donasi melalui kartu kredit atau PayPal. Sebenarnya sampai hari ini penggemar Jackson telah menyumbang hingga 17.000 dollar AS, tetapi terhambat masalah teknis gangguan di internet sejak Selasa malam. Promotor AEG Live yang menjadi pelaksana prosesi penghormatan terakhir di Staples Center belum dilaporkan ikut membantu Pemkot LA. Pelaksana Kota Wendy Greuel mendesak Dewan Kota membuat kebijakan yang menyebutkan siapa yang harus membayar fasilitas terkait prosesi penghormatan terakhir Jackson. Dalam suratnya untuk Departemen Manajemen Darurat, Greuel mengeluhkan pengeluaran hampir 49.000 dollar AS untuk makan siang aparat kepolisian yang dipesan dari restoran-restoran berjarak sekitar 130 km dari LA. Pengeluaran itu dianggap berlebihan karena ada toko-toko penganan kecil yang dapat menyediakan makan siang yang murah hingga bisa menghemat setidaknya hingga 17.500 dollar AS. Lagi pula, hal itu justru membantu perkembangan usaha lokal. Pelajaran penting Ahli penyakit kulit yang menjadi dokter bagi Jackson, Dr Arnold Klein, mengakui terkadang memberikan obat penghilang rasa sakit Demerol kepada Jackson, tetapi mengingatkan risiko penggunaan obat penenang atau obat pereda nyeri, Diprivan. Saat berbicara di stasiun televisi CNN dalam program Larry King Live, Klein menyebutkan, Demerol termasuk dalam daftar obat keras yang ia berikan kepada Jackson. Namun, ia mengaku tidak tahu dari mana Jackson memperoleh Diprivan yang biasa digunakan ahli anestesi di rumah sakit-rumah sakit. ”Saya baru tahu Jackson juga mengonsumsi Diprivan saat tur di Jerman. Saya sudah bilang kepada Jackson, obat itu amat berbahaya. Saya pernah bilang kepada Jackson bahwa ia sudah gila,” kata Klein. Kematian Jackson kini dinilai sebagai pelajaran atau pengalaman yang penting bagi dunia bisnis farmasi. Kematian Jackson menjadi peringatan terjadinya penyalahgunaan obat-obatan. Direktur Kantor Kebijakan Pengendalian Obat Nasional Gil Kerlikowske mengatakan, makin banyak warga AS yang meninggal akibat overdosis obat-obatan daripada terkena tembakan senjata. (REUTERS/AFP/AP/LUK)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s