Jacko: Saya Lebih Baik Mati, Saya Sudah Tamat

1126187pLOS ANGELES, KOMPAS.com — Mendiang bintang pop Michael Jackson belum lama ini putus asa dan merasa lebih baik mati sebagaimana ditulis wartawan paruh waktu, Ian Halperin, dalam bukunya The Final Years of Michael Jackson.

Jackson pada 21 Juni mengeluh kepada seorang sumber Halperin. Saat itu sang megabintang mengatakan tidak punya daya lagi untuk tampil di panggung karena sudah kehilangan suara dan gerak tari.

“Ini tidak akan berhasil,” kata sumber tersebut mengutip Jackson. “Saya lebih baik mati. Saya sudah tamat.” Halperin mengungkapkan hal tersebut dalam tulisan di media terbitan Inggris, Dailymail.

Sumber lainnya yang sangat dekat dengan Jackson saat kabar kematiannya menyebar luas kepada Halperin mengatakan bahwa “Michael lelah menjalani hidup. Dia sudah luluh lantak selama bertahun-tahun dan sekarang dia sudah di tempat yang lebih baik. Orang-orang di sekelilingnya mencekoki dia dengan obat-obatan agar Michael tetap bersama mereka. Merekalah yang seharusnya dimintai pertanggungjawaban.”

“Apapun hasil otopsi akhir, yang membunuh Michael Jackson adalah keserakahan. Jika dia tidak dibujuk oleh komplotan bankir, agen, dokter, dan penasihat untuk tampil dalam 50 konser di stadion O2 Arena di London, saya yakin dia sekarang masih hidup,” tulis Halperin yang juga pembuat film itu. Konser itu rencananya akan berlangsung bulan depan.

Dia mencatat, Jackson pada Mei menjumpai para penggemarnya saat keluar dari studio latihan Burbank. “Terima kasih atas dukungan dan cinta Anda. Saya ingin katakan bahwa saya sangat mencintai Anda. Saya tidak tahu apakah mampu tampil dalam 50 kali pertunjukan. Saya bukan penggemar makanan. Saya perlu meningkatkan berat badan. Saya benar-benar marah mereka telah mem-booking saya untuk 50 pertunjukan. Saya cuma ingin 10.”

Di sisi lain, Jackson juga biasa mendapat resep obat keras dari dokter-dokternya setiap kali mengeluh “nyeri”. Sumber Halperin menyebut, Jackson biasa menelan OxyContin, obat keras yang punya julukan “Hillbilly Heroin” meski tidak setiap hari mengonsumsi.

Helperin, yang bertahun-tahun melakukan penyelidikan terhadap Michael Jackson untuk bahan bukunya, menilai bahwa Michael Jackson jelas-jelas orang yang kesepian dan dalam masalah besar.

Jackson meninggalkan 200 lagu karya sendiri dan belum dipublikasikan untuk tiga anaknya, yaitu Prince Michael (12), Paris Katherine (11), dan Prince Michael II alias Blanket (7). Ibunda Jackson, Katherine, menuntut agar tiga cucunya tinggal bersama dia di California, sedangkan Deborah Rowe, ibu Prince dan Paris, ingin mengurus anaknya.

Iklan

1 Komentar (+add yours?)

  1. miftahrahman
    Jul 05, 2009 @ 15:23:25

    mungkin saja…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s