Banjir di Daerah Benjeng , Gresik

Di Kutip dr stasiun tv swasta indonesia tvone!

Enam desa di Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu, terendam banjir akibat luapan Sungai Lamong.

Banjir dengan ketinggian 0,5 meter itu menggenangi Desa Lundo, Sidapur Klagen, Bulangrejo, Deliksumber, Bulangkulon, dan Kedungrukem.

“Banjir yang terjadi sejak pukul 08.00 WIB, sampai saat ini masih menggenangi ratusan rumah warga, tambak, dan sawah,” kata Kapolsek Benjeng, AKP Imam Syafii.

Meski begitu, banjir tidak sampai menyebabkan terganggunya aktifitas warga, karena mereka sudah terbiasa mengalaminya.

Sampai saat ini, belum ada bantuan dari Pemkab Gresik kepada warga, bahkan Kantor Kecamatan Benjeng yang menjadi posko pengaduan banjir juga tidak ada aktifitas.

Menurut Imam Syafifi, banjir kali ini merupakan banjir yang keenam kalinya sepanjang tahun 2009.

“Banjir di Kecamatan Benjeng merupakan masalah tahunan yang sampai saat ini belum bisa tertangani,” katanya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah Gresik, Chusnul Khuluq, mengatakan banjir di Kecamatan Benjeng akibat sedimentasi Kali (sungai) Lamong, sehingga sungai tidak mampu menampung air kiriman dari Mojokerto dan Jombang.

“Upaya pemkab Gresik untuk mencegah datangnya banjir tiap tahunnya dengan memperluas dan memperdalam sungai, bahkan anggaran untuk pengerukan dan perluasan di tahun 2009 mencapai Rp6 miliar,” katanya.

Menurut salah satu warga Desa Munggugianti, Abdul Qosim, penanggulangan banjir seharusnya tidak hanya dilakukan pada saat banjir melanda.

“Biasanya saat banjir datang, semua sibuk mencegahnya, tapi setelah banjir usai justru lupa,” katanya.

Hal senada juga dikemukakan Qomariah, warga Desa Sidapur Klagen.

“Setidaknya segera ditangai masalah banjir ini, supaya kami bisa hidup tenang, ” katanya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Gresik, Agus Joko Waluyo, mengatakan banjir di Benjeng tidak luput karena faktor kurang terjaganya aspek lingkungan.

“Misalnya, meluasnya lahan kritis di daerah bantaran hulu Bengawan Solo,” katanya.

Semakin meluasnya areal lahan kritis di hulu sungai yang berfungsi sebagai penyerap air juga menyebabkan banjir bandang di daerah hilir.

“Perlu ada reboisasi, terutama di sepanjang bantaran hulu Sungai Bengawan Solo sebagai penangkis banjir,” katany
100223p

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s